Belajar Cinta dari Allah

Belajar Cinta dari Allah
Belajar Cinta dari Allah
Belajar Cinta dari Allah - Kali ini akan memposting artikel tentang cinta. Artikel cinta ini berkaitan dengan cinta. Ya! Belajar Cinta dari Allah. Ketika cinta datang dalam hatimu, Engkau dapat tersenyum meski hatimu terluka, Bahkan engkau menangis meski hatimu bahagia, Engkau menjadi terlena dalam merdunya nyanyian cinta, Karena engkau yakin cinta ada dalam hatimu.

Ketika pena cinta melukis dalam hatimu, Ia mampu memainkan warna diatas kanvas bahagia dan sedih, Melukisnya dengan sakit hati, cemburu, iri dan rindu, Namun hatimu tetap mengharapkannya, Itulah warna-warni indahnya lukisan cinta.

Ketika cinta telah datang dalam hatimu, Ia mampu memerahkan hati dan membutakan matamu, Menutup mata hatimu, membawamu melayang sesaat di dunia, Dan engkau tidak beranjak dipeluk merdunya angin bahagia semu, Melukis di kanvas kemewahan duniawi, mengejar kesuksesan hampa, Menguasai sisi gelap mata hatimu dengan kemegahannya, Itulah cinta karena manusia yang dibutakan nafsu materi.

Dari mana sesungguhnya datangnya cinta ?

Cinta adalah pesan agung Allah pada umat manusia, Ditulis-Nya ketika mencipta makhluk-makhluk-NYA di atas Arsy, Membawa ketulusan hati mengalahkan amarah, Meredam benci, mengubur iri dan dengki, Menuju kepatuhan dan pengabdian kepada Allah dan RasulNYA.

Saat pena cinta Illahi telah melukis hatimu, Satu jam mengagungkan asma-Nya, serasa satu menit saja, Setiap hentakan nafasmu adalah memuliakan nama-Nya, Cahaya cintaNya menjadi lentera bagi mata hatimu, Membawa ketundukan dan pengabdian tulus kepadaNYA, Menelusuri dan meneladani jalan para Rasul-NYA.

Namun saat api cinta Illahi dipadamkan oleh dorongan ego dan nafsumu, Alirannya memekatkan darahmu, membutakan mata hatimu dari kebenaran, Membawamu pada jalan kesesatan dan kerendahan.

Belajarlah cinta Illahi yang telah diajarkan Allah, Melalui alam semesta dengan kepatuhannya, Melalui thawafnya gugusan bintang, bulan dan matahari pada orbitnya, Yang tak pernah sedetikpun mau bergeser dari poros ketundukannya, Membawa keharmonisan yang berujung pada keabadian.

Belajarlah cinta Illahi yang telah diajarkan Allah, Karena disaat engkau merasakan agungnya cinta Illahi dalam dirimu, Engkau dapat mengubur perasaan iri, dengki dan amarah dalam dirimu, Menggantinya dengan perasaan empati bagi sesamamu, Mengalirkannya melalui kebaikan demi kebaikan bagi sesamamu.

Cintamu dapat merangkulmu dalam ketulusan ibadah kepadaNYA, Menjadi media amaliyah dalam ketundukan tulus pengabdian kepadaNYA, Menjadi penuntun kepatuhan pada ajaran para Rasul-Nya, Mewarnai kedamaian, kebahagiaan dan kekayaan jiwamu.

Belajarlah cinta yang telah diajarkan Allah, Karena Allah adalah kekasihmu yang abadi, DenganNya engkau akan merasakan kedamaian hati, Dengan cintaNYA engkau akan merasakan kebahagiaan sejati.

Belajarlah mencintai Allah setulusnya, maka Allahpun akan mencintaimu, Belajarlah hanya mengarahkan hatimu kepadaNya, maka Allahpun akan membimbingmu, Karena Allah adalah sumber cinta yang agung dan abadi, Itulah cinta tertinggi menuju kebahagiaan hakiki.

sumber: ekojalusantoso.com

Semoga Bermanfaat ^^

Nyatakan Cinta bukan Katakan Cinta !

Nyatakan Cinta, bukan Katakan Cinta...!



Takkan pernah meyakinkan
Cinta diungkapkan dengan lisan
Sebab cinta adalah bunga-bunga perasaan
Hanya sikap yang berhak menjelaskan

Sobat Mutiara Hati yang dimuliakan Allah, Cinta itu indah, cinta itu dahsyat. Namun demikian, cinta harus dimaknai dan dipahami secara benar. Bukan secara salah. Memaknai dan memahami cinta secara salah akan menyengsarakan dan merugikan diri sendiri dan orang lain. Maka, pahamilah cinta sejati secara benar dengan cara yang benar. Agar tidak terjerumus kedalam jurang kesengsaraan yang membelenggu.

"Dasar laki-laki, dimanapun sama saja. Sama-sama hidung belang, mata keranjang, buaya darat." kata teman perempuan saya waktu SMA dulu, sebenarnya saya tersinggung dengan kata-kata itu, karena dia telah men-generalisir bahwa semua lelaki sama, itu artinya label Hidung Belang, Mata Keranjang, dan Buaya Darat juga disematkan pada saya. Namun, saya juga mendengar jeritan hati teman laki-laki saya, "Kurang ajar, dasar perempuan ganjen, matre. Habis manis sepah dibuang".

atau...
Seorang suami yang sering berkata kasar. Jarang sekali bersikap lembut. Tidak pernah mencium pipi atau kening sebelum berangkat kerja. Tidak pernah mendengar keluhan hati isteri secara serius. Tidak pernah memberikan gift yang menyegarkan bunga-bunga keceriaan sebagai wanita. Dan serta seorang Isteri yang sering mengomel. Suka menggerutu. Suka mengeluh hal-hal sepele. Bahkan dia bukan hanya mengeluhkan keadaan, namun juga mengeluhkan belahan jiwanya. Dia tidak bersyukur dengan nafkah yang diterimanya padahal sang Suami telah bersusah payah setiap hari.

Pernahkah Antum wa Antumna juga melihat, mendengar, dan merasakan fenomena di atas!

Sobat Mutiara Hati yang dimuliakan Allah, anggap saja jika kita berada pada posisi yang tidak menguntungkan pada fenomena di atas, atau dengan kata lain kita jadi korbannya, menjadi perempuan yang sakit hati terhadap seorang laki-laki buaya darat, menjadi laki-laki yang dikecewakan oleh seorang perempuan ganjen/matre, menjadi istri atas suami yang tidak bersikap lembut, dan menjadi suami atas istri yang berkhianat. Coba bayangkan dan rasakan! Jika suatu hari si Dia mengucapkan bahwa dia mencintai kita, apakah kita yakin dan percaya sepenuhnya bahwa si Dia benar-benar mencintai kita?

Sobat, tentu saja nurani kita tidak sepenuhnya yakin dan percaya akan kata-kata cinta yang diujarkannya. Sebab cinta adalah perasaan yang menghujam jauh ke dalam lubuk hati yang di”nyata”kan dalam sikap, perbuatan serta karya nyata sehari-hari berdasarkan garis besar haluan islam, bukan sekedar kata-kata. Oleh karena itu, renungkanlah dan evaluasilah diri kita masing-masing. Apakah kita termasuk pecinta sejati atau pecinta picisan/gadungan? Pecinta sejati menyatakan cinta, sedangkan pecinta gadungan mengatakan cinta.

sumber: mutiarahati-info.blogspot.com